Mengapa Harus Partai Bulan Bintang?

Partai Bulan Bintang (PBB) adalah Partai Islam dan sekaligus Partai Indonesia. Sebagai Partai Islam, PBB melandaskan perjuangannya pada ajaran-ajaran Islam yang berlaku universal dan bersifat “Rahmat Bagi Sekalian Alam” sebagaimana dikatakan al-Qur’an. Universalisme ajaran Islam, terutama tentang asas keadilan, kejujuran, kebenaran, pemihakan kepada kaum yang lemah dan tertindas, penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia apapun agama yang mereka peluk, adalah asas perjuangan PBB. Segenap warga PBB wajib menjunjung tinggi akhlak yang mulia, wajib menunjung tinggi norma-norma etik Islam yang universal. Politik adalah bagian dari dakwah untuk mengajak manusia ke arah kebajikan dan menolak kemungkaran. Tidak akan ada pihak yang dirugikan dengan prinsip-prinsip ini. Baca entri selengkapnya »

Iklan

PKS, Politisasi Agama atau Agama Terpolitisasi?

Agaknya tindakan blunder para petinggi PKS dalam setiap kebijakannya akan menjadi bumerang ampuh bagi partai ini untuk bisa melebarkan sayapnya. Setelah beberapa saat lalu mereka menggegerkan pentas politik dengan iklan politik pemuja Suharto nya, kali ini petinggi PKS Hidayat Nurwahid mengusulkan agar MUI mengeluarkan fatwa haram terkait masalah golput. Namun sayangnya MUI menilai, urusan golput bukan masalah agama melainkan politik.

Bujukan mantan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid agar MUI, NU, dan Muhammadiyah, mengeluarkan fatwa haram atas sikap golput menuai kritik dan kecaman. Fatwa tersebut dinilai menyesatkan, sebab undang-undang tidak mewajibkan masyarakat memilih dalam pemilu.
“Kalau kondisi politik tidak kondusif, parpol tidak amanah, dan tiba-tiba ada fatwa untuk wajib memilih dalam pemilu, saya kira itu fatwa yang sesat,” kata Direktur Eksekutif IndoBarometer M Qodari. Baca entri selengkapnya »

Menyimak Iklan Politik PKS

Iklan PKS yang memunculkan beberapa tokoh dari berbagai latar belakang ormas mendapat suara keras dari tokoh muda NU, Marwan Ja’far. Dia mengolongkan tindakan yang dilakukan PKS sebagai ghasab. ”Ini kan soal etika politik ada kulonnuwonnya lah. Kalau saya bisa katakan lebih keras, saya bisa bilang ini ghasab dan itu hukumnya dosa. Ghasab itu mengambil milik orang lain dan artinya dosa, dari sisi substansi apapun ini hukumnya ghasab,” katanya dalam diskusi dialektika demokrasi di pressroom DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (14/11/2008).
Selain itu, menurutnya dari berbagai sisi baik dari sisi ideologis maupun kultur antara NU dengan PKS jauh berbeda. ”Dari sisi aswaja (ahli sunnah wal jamaah), secara kultur tradisi juga beda dan secara etika itu enggak benar,” tegasnya.

Menurutnya PKS adalah partai yang ekslusif dan menurutnya mazhab yang dimiliki oleh PKS juga tidaklah jelas. (baca Mengapa Masjid Harus Diambilalih) ”PKS cenderung ekslusif, mazhabnya juga enggak jelas, jualannya Islam justru Islam secara simbolik,” ketusnya. Menurut Ja’far, iklan PKS yang mengambil sosok KH Hasyim Asy’ari adalah sebuah kemunafikan. Sebab, dalam prakteknya di lapangan sikap PKS sangatlah berbeda dengan ideologi NU. “Ini politik kekanak-kekanakan yang luar biasa. Jika di lapangan tidak sesuai dengan ideologi NU, itu suatu kemunafikan,” ujar anggota Komisi III Ini. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Agama, Politik. Tag: , , , . 49 Comments »
%d blogger menyukai ini: