Kemenangan SBY, Demokrat dan Partisipasi PKS

Pemilu pilpres telah berlangsung pada tanggal 8 Juli kemaren dan hasil quick count menunjukkan bahwa SBY adalah pemenangnya, dan sepertinya pilpres ini hanya akan berlangsung 1 putaran. Ada hal menarik lain dari kemenangan SBY dengan partai Demokratnya dan kubu PKS sebagai pendukungnya.

Seperti yang diklaim oleh Kepala Divisi Humas PKS Mabruri, kemenangan SBY-Boediono ini diakuinya memang karena faktor figur SBY, tetapi PKS juga menyumbang suara yang cukup besar. “Hasil quick count menunjukkan suara SBY melebihi suara Partai Demokrat dan perolehan suara koalisi. PKS dalam hal ini sudah bekerja optimal, buktinya dari hasil exit poll 70 persen pemilih PKS memilih SBY-Boediono,” tutupnya.

Keberhasilan PKS dalam aksi mendukung SBY ini memang patut diacungi jempol. Selain sempat bermain tarik ulur dengan SBY soal pemilihan calon wakil presiden Boediono, juga sempat mengancam akan menarik dukungan terhadap SBY karena masalah tidak berjilbabnya istri para capres-cawapres. Juga pernah menentangnya seperti dikutip sebuah harian nasional mengenai keputusan SBY berpasangan dengan Boediyono dalam pilpres merupakan langkah yang keliru sebab dua-duanya orang NASIONALIS, dua-duanya ORANG JAWA.

Namun akhirnya kembali mendukung SBY-Boediono setelah dirayu dengan tawaran posisi jabatan mentri di kabinet nantinya. Seperti dikutip detik.com, PKS buka-bukaan seputar jatah kursi di kabinet setelah sepakat resmi mendukung Capres SBY dan Cawapres Boediono. Presiden PKS Tifatul Sembiring mengaku partainya mendapat kursi banyak.
“Kalau soal kursi, kita dapat banyak,” kata Tifatul sambil tertawa.

Bahkan saking gigihnya usaha para elit PKS untuk meyakinkan para kadernya untuk mendukung SBY-Boediono, sampai-sampai Tiffatul Sembiring mengeluarkan pernyataan bahwa “jilbab hanyalah selembar kain.” Pernyataan ini dikeluarkannya untuk menjawab pertanyaan para kader seputar tidak berjilbabnya para istri SBY-Boediono dan mengapa tidak mendukung JK-Wiranto yang istri keduanya berjilbab .
Yang akhirnya dikecam oleh tim JK-Wiranto, “Yang terjadi di dalam tim kami kebetulan saja istri-istri memakai jilbab dan itu natural tidak by design. Jadi tidak ada atur simpati. Mohon tidak dijadikan politisasi agama. Silakan dicek,” jelas Juru Bicara Tim Sukses JK-Wiranto Poempida Hidayatullah dalam jumpa persnya di Chemistry Media Centre JK-Wiranto.
Pernyataan ini dikeluarkan oleh tim JK-Wiranto sebab perkataan Tiffatul Sembiring tersebut seolah-olah mengatakan bahwa Ibu Mufidah dan Ibu Uga (istri JK-Wiranto) hanya memakai selembar kain, untuk kepentingan politik suami-suami mereka.

Bravo PKS! Salam demokrasi..dan semoga masyarakat dapat belajar dari pengalaman ini…

Iklan

8 Tanggapan to “Kemenangan SBY, Demokrat dan Partisipasi PKS”

  1. Mahfudz Says:

    Jangan biarkan masjid-masjid ( masjid-masjid kampus ) dan KAMMI ( Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia ) DIKUASAI, DITUNGGANGI dan DIKANGKANGI oleh PKS !!! BEBASKAN dan STERILKAN dari PENGUASAAN dan MONOPOLI partai PENIPU UMAT ISLAM dan PENJUAL AGAMA ISLAM BERKEDOK DAKWAH yang MUNAFIK dan KOTOR ini !!!

    Mengaku sebagai partai dakwah yang agamis dan islami tetapi pada prakteknya partai munafik dan kotor ini adalah sama dengan PARTAI SEKULER !!! PKS secara nyata-nyata dan terang benderang sudah MENGOTORI dan MERENDAHKAN Agama Islam !!! PKS secara nyata-nyata dan terang benderang sudah MENIPU dan MENYESATKAN Umat Islam !!! Mengaku sebagai partai dakwah yang agamis dan islami tetapi pada prakteknya partai munafik dan kotor ini adalah sama dengan PARTAI SEKULER !!! PKS secara nyata-nyata dan terang benderang sudah MENGOTORI dan MERENDAHKAN Agama Islam !!! PKS secara nyata-nyata dan terang benderang sudah MENIPU dan MENYESATKAN Umat Islam !!!

  2. azharahmad Says:

    Wah pak Mafudz, yang kalem aja, semua orang juga sudah tahu koq 🙂

    Penting untuk kita ketahui bahwa hati-hati bikin parpol atas nama agama, kecenderungannya selama ini tidak membuat negara dan bangsa ini makin bersatu dalam Bhineka Tunggal Ika tetapi membuat perpecahan dan pertikaian

  3. Ferdiansyah Says:

    Saya setuju dengan pernyataan Hidayat Nur Wahid dulu yang mengatakan bahwa untuk Ormas ISLAM perlu membentuk Partai karena yang dirasakan saat ini Partai2 berbasis Islam sudah tidak lagi berjuang untuk Umat.. lebih pada kekuasaan contohnya ya PKS itu sendiri

    Awalnya saya berharap ada harapan dengan partai ini..tapi setelah lihat perilakunya di Pilkada dan Pilpress.. PKS lebih baik ke neraka saja.. Partai Yang bisa dibeli dengan duit itu ya PKS.
    Biarlah agama tetap suci dan tidak bercampur dgn kekuasaan (politik). Liat aja partai2 islam pada sikut kiri sikut kanan memperebutkan posisi duniawi

  4. Pilliang Says:

    Partai ini jelas mengecewakan konstituen non-kadernya..sementara kadernya dilanda kebingungan tapi mesti patuh krn takut dosa..

    kita lihat nanti di 2014 apakah Partai Kirain Suci ini masih diminati.

  5. Dajjal Says:

    ah dasar SBY tak pantas jadi presiden…..!!!!!
    PKS = Partai Kafir Siah!!

  6. scholarship Says:

    Banyak Hal yang membuat PD sangat jengkel terhadap PKS:
    1. Tifatul pernah berkata saat PD memenangkan Pemilu,katanya , PKS ya jelas akan berkoalisi dengan yang memang, dari sini sudah terlihat bahwa PKS akan memanfaatkan Pd untuk tujuan kekuasaan dan membesarkan partai, koalisi yang tidak iklas.

    2. Anis matti menteror PD dengan mengancam mau keluar dari Koalisi kalau Golkar ikut Koalisi, rasa ketakutan bahwa jatah bagi-bagi jabatan akan keserobot golkar yang memenangkan suara lebih dari dua kali lipat.

    3. PKS protes karena SBY tidak memilih HNW jadi Cawapres dengan berbagai alasan, karena Istri Boediono tak berjilbab dan boediono bepaham Neoliberal.

    4. PKS bargaining masalah bagi-bagi jabatan untuk kabinet, dengan mengajukan nama-nama calon menteri.

    5. PKS merasa yakin bahwa HNW akan terpilih lagi jadi ketua MPR, titaful malah berkata begini PD kan sudah dapat jatah presiden dan ketua DPR, ketua MPR untuk PKS, kan

    Logika….Apa ini ? memalukan, siapa yang menang pemilu ? dan masih banyak yang lainnya yang belum disebutkan. dan Apa lagi yang PKS akan lakukan untuk mendikte, mendakwahi, menteror PD. Harusnya PKS sadar seperti Partai yang lain, mereka pendapatan suaranya kecil, jadi nurut saja apa yang diputuskan Partai yang memenangkan Pemilu atau berdiri sama rata dan tinggi seperti kata SBY bahwa Indonesia kita bangun bersama, bukan oleh orang-orang tertentu dan partai tertentu saja, bukannya conghak mendikte dan mengatur dan mamaksakan diri, dan sedikit-sedikit latah membawa-bawa nama Tuhan dan Agama.
    Semoga mata hati kader dan pendukung PKS dibukakan oleh Allh SWT, sadar jangan terlalu Emosi…. Maaallluuuuuu…Cocoknya orang-orang PKS menjadi guru agama di Pesantern-pesantren, atau Ustadz panggilan ke rumah-rumah.

  7. sunarnosahlan Says:

    banyak lelucon disini

  8. han Says:

    Hati2 bagi yg mencap orang/kelompok lain kafir.

    كُفُّوْا عَنْ أهْلِ (لاَ إِِلَهَ إِلاَّ اللهُ) لاَ تُكَفِّرُوهُمْ بِذَنْبٍ وَفِى رِوَايَةٍ وَلاَ تُخْرِجُوْهُمْ مِنَ الإِسْلاَمِ بِعَمَلٍ.

    “Tahanlah diri kalian (jangan menyerang) orang ahli ‘Laa ilaaha illallah’ (yakni orang Muslim). Janganlah kalian mengkafirkan mereka karena suatu dosa”. Dalam riwayat lain dikatakan : “Janganlah kalian mengeluarkan mereka dari Islam karena suatu amal ( perbuatan)”.

    Hadits riwayat Bukhori, Muslim dari Abu Dzarr ra. telah mendengar Rasulallah saw. bersabda:

    وَعَنْ أبِي ذَرٍّ (ر) اَنَّهُ سَمِعَ رَسُوْلَ اللهِ .صَ. يَقُوْلُ : مَنْ دَعَا رَجُلاً بِالْكُفْرِ أوْ قَالَ: عَـدُوُّ اللهِ وَلَيْسَ كَذَلِكَ أِلاَّ حَارَ عَلَيْهِ(رواه البخاري و مسلم)

    “Siapa yang memanggil seorang dengan kalimat ‘Hai Kafir’, atau ‘musuh Allah’, padahal yang dikatakan itu tidak demikian, maka akan kembali pada dirinya sendiri”.

    Hadits riwayat Bukhori dan Muslim dari Itban bin Malik ra berkata:

    وَعَنْ عِتْبَانَ ابْنِ مَالِكٍ (ر) فِي حَدِيْثِهِ الطَّوِيْلِ الْمَشْهُوْرِ الَّذِي تَقَدََّّمِ فِي بَابِ الرََََََََّجََاءِ قَالَ :

    قَامَ النَّبِيّ .صَ. يُصَلِّّي فَقَالَ: اَيْنَ مَالِكُُ بْنُ الدُّخْشُمِ؟ فَقَالَ رَجُلٌ: ذَالِكَ مُنَافِقٌ, لاَ يُحِبُّ اللهَ وَلاَ رَسُولَهُ,

    فَقَالَ النَّبِيُّ .صَ. : لاَتَقُلْ ذَالِكَ, أَلاَ تَرَاهُ قَدْ قَالَ: لاَ اِلَهَ اِلاَّ الله ُ

    يُرِيْدُ بِذَالِكَ وَجْهَ اللهِ وَاِنَّ اللهَ قدْ حَرَّمَ عَلَي النَّاِر مَنْ قَالَ :

    لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ يَبْتَغِي بِذَالِكَ وَجْهَ الله (رواه البخاري و مسلم)

    “Ketika Nabi saw. berdiri sholat dan bertanya: Dimanakah Malik bin Adduch-syum? Lalu dijawab oleh seorang: Itu munafiq, tidak suka kepada Allah dan Rasul-Nya. Maka Nabi saw. bersabda: Jangan berkata demikian, tidakkah kau tahu bahwa ia telah mengucapkan ‘Lailahailallah’ dengan ikhlas karena Allah. Dan Allah telah mengharamkan api neraka atas orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallah dengan ikhlas karena Allah”.

    Al-Hujurat ayat 11 yang artinya:

    “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah satu kelompok mengolok olok kelompok yang lain karena bisa jadi mereka yang diolok-olok itu justru lebih baik dari mereka yang mengolok-olok. Janganlah pula sekelompok wanita mengolok-olok kelompok wanita yang lain karena bisa jadi kelompok wanita yang diolok-olok justru lebih baik dari kelompok wanita yang mengolok-olok. Janganlah kalian mencela sesamamu dan janganlah pula kalian saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Sejelek-jelek sebutan sesudah beriman adalah sebutan ‘fasiq’. Karenanya siapa yang tidak bertobat (dari semua itu), maka merekalah orang-orang yang dzalim”.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: